- Posted on
- Rismanto
- BERITA,FAKULTAS,MAHASISWA,UNIVERSITAS
Yudisium Ilmu Hukum FH UNG: Lulusan Diminta Jadikan Gelar Sarjana sebagai Titik Awal Pengabdian
Gorontalo, 21 November 2025 – Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo kembali melaksanakan yudisium Program Studi Ilmu Hukum sebagai bagian dari penetapan kelulusan mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Dekan FH UNG, Dr. Zamroni Abdussamad, S.H., M.H., serta didampingi Ketua Bagian Ilmu Hukum Dr. Erman I. Rahim, S.H., M.H. dan Koordinator Program Studi Ilmu Hukum Apripari, S.H., M.H.. Para peserta yudisium telah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administrasi untuk menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.), sebagaimana tercantum dalam daftar penetapan yudisium gelombang II.

Pada pelaksanaan kali ini, tercatat 17 mahasiswa resmi ditetapkan sebagai lulusan, dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif antara 3,50 hingga 3,86 dan seluruhnya memperoleh predikat Sangat Memuaskan. Beberapa nama yang tercantum antara lain Rahmawaty Musthafa, Sandrawati Akuna, Yuniar Supu, hingga Aldi Alpiyanto Abidun. Proses yudisium berlangsung tertib dengan agenda pembacaan keputusan, penegasan status kelulusan, serta penyampaian arahan dari pimpinan fakultas kepada para lulusan.
Dalam sambutannya, Dr. Zamroni Abdussamad menjelaskan bahwa selama ini mahasiswa umumnya menginginkan yudisium yang dirangkaikan dengan ramah tamah di gedung sebagaimana tradisi sebelumnya. Namun, mulai periode ini skema pelaksanaan yudisium mengalami penyesuaian. Yudisium akan diselenggarakan secara rutin setiap bulan dan dimungkinkan lebih dari satu kali dalam satu bulan sesuai kebutuhan. Kegiatan ramah tamah tidak lagi menjadi bagian dari agenda resmi fakultas dan sepenuhnya menjadi pilihan mahasiswa, tanpa kewajiban maupun pembebanan biaya apa pun dari pihak fakultas.
Pada kesempatan tersebut, Plh. Dekan juga menyampaikan pesan motivasi agar para lulusan tidak berhenti pada capaian akademik semata, melainkan terus mengembangkan kompetensi dan integritas dalam menghadapi dunia profesi. Lulusan didorong untuk menjadi sarjana hukum yang adaptif, kritis, dan beretika, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum dan keadilan di masyarakat. Semangat belajar berkelanjutan dan tanggung jawab profesional diharapkan menjadi bekal utama dalam menapaki fase pascakelulusan.
