Gorontalo – Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) terus memperkuat langkah strategis dalam menghadapi proses akreditasi Program Studi Ilmu Hukum melalui pembentukan dan kerja intensif tim task force. Rapat tim Task Force yang digelar pada 6 April 2026 di Gedung Konstitusi menjadi momentum penting dalam merumuskan arah awal persiapan akreditasi secara komprehensif.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Task Force, Nurul Fazri Elfikri, yang menekankan pentingnya konsolidasi awal sebagai fondasi dalam memastikan kesiapan seluruh komponen program studi menghadapi proses akreditasi.
Pertemuan ini secara khusus difokuskan pada penyamaan persepsi dan konsolidasi awal dokumen akreditasi, termasuk pemetaan indikator berbasis instrumen terbaru dari BAN-PT/LAM. Tim task force melakukan identifikasi kekuatan dan kelemahan program studi berdasarkan standar penilaian, sekaligus menyusun strategi penguatan pada aspek tridharma perguruan tinggi.
Dalam forum tersebut, dibahas secara mendalam pentingnya integrasi data akademik, peningkatan kualitas luaran penelitian, serta penguatan rekam jejak dosen dan mahasiswa sebagai indikator utama dalam penilaian akreditasi. Selain itu, penataan dokumen pendukung seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS), laporan kinerja program studi, serta sistem penjaminan mutu internal juga menjadi perhatian utama.
Ketua tim, Nurul Fazri Elfikri, menegaskan bahwa proses akreditasi harus dipandang sebagai upaya kolektif untuk meningkatkan mutu, bukan sekadar pemenuhan administratif. “Akreditasi adalah cerminan kualitas institusi. Karena itu, seluruh elemen harus bergerak secara sinergis dan terarah,” ujarnya.
Rapat ini menegaskan bahwa sinergi antar tim dan komitmen bersama menjadi kunci dalam memastikan kesiapan FH UNG menghadapi tahapan penilaian akreditasi mendatang.




