Gorontalo – Upaya Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) dalam mempersiapkan akreditasi Program Studi Ilmu Hukum terus berlanjut melalui rapat lanjutan tim task force yang dilaksanakan pada 10 April 2026 di Gedung Pancasila.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Tim Task Force, Nurul Fazri Elfikri, kali ini difokuskan pada penguatan implementasi dan penyusunan bukti dukung (evidence-based accreditation) yang menjadi elemen krusial dalam proses penilaian.
Tim melakukan penelaahan mendalam terhadap kesesuaian antara dokumen yang disusun dengan praktik nyata di lapangan, guna memastikan konsistensi antara data dan realitas akademik. Hal ini menjadi penting dalam menjamin kredibilitas laporan akreditasi yang disusun.
Diskusi berkembang pada strategi optimalisasi sistem dokumentasi digital, pengumpulan data berbasis kinerja, serta penyusunan narasi evaluasi diri yang mampu merepresentasikan capaian program studi secara objektif dan terukur. Selain itu, penekanan juga diberikan pada pentingnya keberlanjutan program dan inovasi pembelajaran sebagai bagian dari indikator keunggulan program studi.
Nurul Fazri Elfikri menegaskan bahwa pendekatan berbasis data menjadi kunci utama dalam menghadapi proses akreditasi. “Kita tidak hanya menyusun dokumen, tetapi memastikan bahwa setiap data memiliki basis implementasi yang jelas dan dapat diverifikasi,” ungkapnya.
Tim task force juga menyoroti perlunya penguatan kolaborasi lintas unit, termasuk dukungan dari lembaga penjaminan mutu, unit penelitian, serta jejaring kerja sama eksternal, guna meningkatkan daya saing program studi dalam penilaian akreditasi.
Melalui rapat ini, FH UNG semakin menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem pendidikan hukum yang unggul dan berstandar nasional maupun internasional, dengan pendekatan berbasis data dan evaluasi berkelanjutan sebagai fondasi utama.




