- Posted on
- Rismanto
- BERITA,FAKULTAS,MAHASISWA,UNIVERSITAS
FH UNG Perkuat Kesadaran Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Program “UPA BK Goes To Faculty”
Gorontalo — Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program “UPA BK UNG Goes To Faculty” yang diselenggarakan oleh Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Negeri Gorontalo pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis universitas dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan akademik.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi Ilmu Hukum, Bapak Apripari, S.H., M.H., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara capaian akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa hukum tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis, tetapi juga harus memiliki ketahanan mental yang baik dalam menghadapi tekanan akademik.

Mengusung tema “Menjangkau, Mendengar, Mendampingi”, kegiatan ini menghadirkan materi self care yang disampaikan oleh Ilham Khairi Siregar, S.Pd., M.Pd. bersama tim UPA BK UNG. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda stres, serta strategi praktis dalam mengelola tekanan akademik dan kehidupan sehari-hari mahasiswa.

Dari perspektif FH UNG, program ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan dinamika pembelajaran di bidang hukum yang dikenal memiliki beban akademik tinggi. Proses pembelajaran yang menuntut ketelitian, argumentasi hukum yang tajam, serta penyusunan tugas akhir seringkali menjadi faktor yang memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa.
FH UNG memandang bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara unit layanan universitas dan fakultas dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, inklusif, dan suportif. Melalui pendekatan yang komunikatif dan partisipatif, mahasiswa didorong untuk lebih terbuka dalam memahami kondisi diri serta tidak ragu untuk mencari bantuan ketika menghadapi tekanan mental.
Lebih jauh, program ini juga menjadi langkah penting dalam membangun budaya kampus yang lebih humanis, di mana aspek kesejahteraan mahasiswa menjadi perhatian utama selain pencapaian akademik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan emosional dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Ke depan, FH UNG berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian integral dari program kemahasiswaan, guna menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental.
