Perkuat Literasi Konstitusi, FH UNG Hadiri Diskusi Seri #12 MKRI

Gorontalo — Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) sebagai salah satu mitra Video Conference Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (VICON MKRI) turut mengikuti kegiatan Diskusi Literasi Konstitusi Seri #12 yang diselenggarakan secara daring pada Rabu, 20 Mei, pukul 09.00 WIB.

 

 

Kegiatan ini mengangkat dua tema penting, yaitu “Perjanjian di Era Digital Ekonomi: Tinjauan Yuridis dan Praktik” serta “Big Data: Tantangan, Ancaman, dan Peluang.” Diskusi tersebut diikuti oleh para mitra VICON MKRI dari berbagai kampus di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman konstitusional, hukum digital, dan perkembangan tata kelola hukum di era teknologi informasi.

 

 

Melalui keikutsertaan ini, FH UNG menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi konstitusi di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan yang difasilitasi oleh Mahkamah Konstitusi RI ini menjadi ruang penting bagi sivitas akademika untuk mengikuti perkembangan isu-isu hukum kontemporer, khususnya yang berkaitan dengan transformasi digital, perlindungan data, kontrak elektronik, serta tantangan hukum dalam ekonomi digital.

 

 

Diskusi menghadirkan narasumber Mery Christian Putri, Asisten Ahli Hakim Konstitusi Ahli Madya MKRI, dan Ardiansyah Salim, Kepala Subbag Akuntansi dan Laporan Barang Milik Negara MKRI. Keduanya membahas isu hukum aktual yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia akademik, dan praktik hukum modern.

 

 

Dari perspektif FH UNG, tema perjanjian dalam era ekonomi digital menjadi sangat penting karena perkembangan transaksi elektronik telah membawa perubahan besar dalam hubungan hukum masyarakat. Perjanjian tidak lagi terbatas pada bentuk konvensional, tetapi telah berkembang melalui berbagai platform digital yang menuntut pemahaman baru mengenai keabsahan kontrak, perlindungan konsumen, alat bukti elektronik, dan kepastian hukum.

 

 

Sementara itu, pembahasan mengenai big data juga memiliki relevansi besar dalam kajian hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum perdata, dan hukum teknologi. Big data tidak hanya menawarkan peluang dalam peningkatan pelayanan publik dan pengambilan kebijakan berbasis data, tetapi juga menghadirkan tantangan terkait perlindungan privasi, keamanan informasi, tata kelola data, serta potensi penyalahgunaan data oleh pihak tertentu.

 

 

Keikutsertaan FH UNG dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik dan kelembagaan fakultas. Sebagai mitra VICON MKRI, FH UNG terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk aktif mengikuti forum-forum ilmiah yang membahas isu konstitusi dan hukum kontemporer. Hal ini sejalan dengan semangat perguruan tinggi dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

 

 

Selain menjadi forum pembelajaran, Diskusi Literasi Konstitusi juga menjadi sarana mempererat jejaring antarkampus mitra VICON MKRI di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan daring ini, para peserta dapat saling terhubung dalam ruang akademik yang konstruktif untuk memperkuat pemahaman tentang konstitusi, demokrasi, negara hukum, dan tantangan regulasi di era digital.

 

 

FH UNG berharap kegiatan seperti ini terus menjadi agenda berkelanjutan dalam memperluas akses literasi konstitusi bagi perguruan tinggi. Dengan keterlibatan aktif dalam forum VICON MKRI, FH UNG berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran hukum yang relevan, aktual, dan berdampak bagi pengembangan wawasan mahasiswa serta sivitas akademika.