Wawasan Global: Mahasiswa FH UNG Aktif di Kuliah Tamu Kedubes Australia

GORONTALO — Kehadiran Wakil Duta Besar (Deputy Ambassador) Australia untuk Indonesia di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi momentum akademik yang berharga bagi sivitas akademika, termasuk Fakultas Hukum (FH) UNG. Dalam agenda kuliah tamu yang ditujukan bagi dosen dan mahasiswa tersebut, perwakilan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Hukum menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.


Dalam kuliah tamu tersebut, Wakil Duta Besar secara khusus memaparkan isu-isu krusial terkait hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia. Bahasan utama berfokus pada penguatan kemitraan bilateral kedua negara di berbagai sektor strategis, kerja sama regional, hingga peluang kolaborasi di bidang pendidikan, termasuk informasi mengenai beasiswa studi ke Australia.

Bagi Fakultas Hukum UNG, pemaparan mengenai kemitraan komprehensif antara Indonesia dan Australia ini memberikan ruang diskusi yang sangat relevan. Materi terkait perjanjian bilateral, kebijakan luar negeri, dan kerja sama pendidikan antarnegara memiliki kaitan yang erat dengan kajian ilmu hukum, khususnya Hukum Internasional dan Hukum Tata Negara.

Sepanjang jalannya kuliah tamu, mahasiswa FH UNG terlihat aktif berpartisipasi. Pada sesi tanya jawab, sejumlah mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam terkait topik yang dibahas. Mereka antusias mendiskusikan aspek-aspek legal dan kebijakan dari hubungan kerja sama kedua negara, serta bagaimana sivitas akademika dapat mengambil peran dalam peluang kerja sama pendidikan yang ditawarkan oleh pemerintah Australia.

Pimpinan Fakultas Hukum UNG menyambut positif terselenggaranya acara ini dan mengapresiasi keaktifan para mahasiswanya. Partisipasi dalam pemahaman isu-isu bilateral dan internasional seperti ini dinilai sebagai langkah yang baik untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Ke depannya, FH UNG akan terus mendorong mahasiswanya untuk merespons positif setiap peluang kerja sama internasional demi meningkatkan kompetensi akademik mereka.