Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan literasi dan nalar kritis generasi muda. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi salah satu tenaga pendidik FH UNG, Supriyadi A. Arief, yang dipercaya sebagai dewan juri dalam lomba debat antar SMA-Sederajat tingkat provinsi. Kegiatan edukatif ini merupakan bagian dari peringatan World Book Day 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, dan dirangkaikan dengan Pekan Ekonomi Syariah (PESONA) serta Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (SERLIGO) 2026.

Kompetisi akademik ini diikuti oleh 16 tim delegasi yang berasal dari berbagai SMA dan jenjang sederajat di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Keikutsertaan para pelajar dalam ajang ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan dalam menyusun argumentasi yang sistematis dan logis, tetapi juga berfungsi sebagai wadah untuk memperluas wawasan mereka terkait isu-isu strategis. Topik perdebatan mencakup percepatan literasi keuangan digital, pemanfaatan sistem pembayaran terintegrasi, hingga penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Penyelenggaraan rangkaian acara PESONA dan SERLIGO 2026 oleh Bank Indonesia ditujukan sebagai instrumen penggerak transformasi ekonomi dan keuangan digital di Gorontalo. Kegiatan ini dioptimalkan untuk mendorong pemahaman gaya hidup halal (halal lifestyle) di kalangan pelajar serta mempromosikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Keterlibatan akademisi dari disiplin ilmu hukum dalam proses penjurian diharapkan dapat memberikan penilaian yang komprehensif, khususnya saat para peserta menganalisis fenomena ekonomi dari perspektif regulasi dan kebijakan publik.
Guna mengakomodasi keseluruhan rangkaian kegiatan, tahapan perlombaan dilaksanakan di dua lokasi yang representatif. Babak penyisihan hingga babak semifinal diselenggarakan di Galeri UMKM Bank Indonesia untuk memberikan lingkungan kompetisi yang kondusif bagi peserta. Sementara itu, babak final dilaksanakan di Taman Budaya Limboto. Pelaksanaan babak penentuan ini memiliki nilai tambah tersendiri karena bertepatan dengan momentum penyelenggaraan agenda berskala nasional di Gorontalo, yakni Pekan Nasional (PENAS) 2026.
Dari perspektif kelembagaan, partisipasi aktif Supriyadi A. Arief merupakan wujud nyata implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan dosen FH UNG dalam kegiatan berskala provinsi ini menegaskan bahwa institusi tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik di ruang kelas. Lebih dari itu, FH UNG mengambil peran berkelanjutan dalam bersinergi dengan berbagai instansi guna membina generasi penerus yang memiliki daya analitis tinggi, cakap secara komunikasi, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.




