GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai pemutakhiran akun belanja serta Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Layanan Umum (BLU). Agenda strategis ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sistem tata kelola keuangan di lingkungan universitas agar menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efisien demi mendukung transformasi kampus yang berkelanjutan. Sosialisasi ini dihadiri oleh para pengelola keuangan dari seluruh unit kerja dan fakultas di lingkungan UNG, termasuk perwakilan dari Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) yang dihadiri langsung oleh Bendahara FH UNG guna menyelaraskan persepsi dan teknis implementasi kebijakan baru tersebut.
Kegiatan ini berfokus pada pentingnya penyesuaian serta pemutakhiran kode akun belanja agar sesuai dengan regulasi dan standardisasi terbaru yang berlaku bagi instansi pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan BLU. Langkah pemutakhiran ini dinilai sangat krusial mengingat dinamika aturan perpajakan, penganggaran, dan pelaporan keuangan negara yang terus mengalami pembaruan di tingkat pusat. Melalui pemutakhiran akun belanja ini, pihak universitas berupaya meminimalisasi potensi kesalahan dalam penginputan pos anggaran, menghindari tumpang tindih alokasi dana, serta memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan sejalan dengan rencana strategis pengembangan universitas.
Selain pemutakhiran akun belanja, pemaparan mengenai penyempurnaan SOP BLU juga menjadi poin utama yang dibahas secara mendalam dalam sosialisasi ini. Penyempurnaan SOP ini dirancang sebagai upaya nyata untuk memangkas birokrasi keuangan yang berbelit-belit, mempercepat proses pencairan anggaran untuk kegiatan akademis, tanpa mengesampingkan prinsip kepatuhan hukum dan tertib administrasi. Dengan sistem yang lebih ringkas dan responsif, diharapkan pelayanan terhadap dosen, mahasiswa, serta mitra kerja universitas dapat berjalan jauh lebih optimal, cepat, dan profesional.
Keikutsertaan aktif dari seluruh pengelola keuangan, khususnya dari lingkup Fakultas Hukum, diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi serta integrasi sistem administrasi internal ke dalam platform keuangan yang baru. Bendahara FH UNG bersama para pengelola keuangan lainnya memegang peranan penting sebagai garda terdepan dalam memastikan bahwa setiap serapan anggaran di tingkat fakultas dapat dipertanggungjawabkan secara tepat mutu, tepat sasaran, dan tepat waktu. Implementasi hasil sosialisasi ini diharapkan mampu membawa iklim tata kelola finansial UNG ke tingkat yang lebih modern serta memperkokoh fondasi kelembagaan menuju universitas yang unggul dan berdaya saing.




