FH UNG Siap Gelar 1st International Conference on Philanthropy Law 2026

Gorontalo – Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu hukum yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan inklusivitas. Melalui penyelenggaraan 1st International Conference on Philanthropy Law atau IPHILLAW 2026, FH UNG menghadirkan forum akademik internasional yang secara khusus mengangkat isu hukum filantropi dalam pembangunan hukum kontemporer.

Konferensi internasional ini mengusung tema besar “Advancing Humanity, Sustainability, and Inclusivity in Legal Development”. Tema tersebut menegaskan komitmen FH UNG dalam mendorong diskursus hukum yang tidak hanya bertumpu pada aspek normatif dan institusional, tetapi juga pada nilai etik, kepedulian sosial, keadilan, dan keberpihakan terhadap kelompok rentan.

Kegiatan IPHILLAW 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16–17 September 2026 secara online dengan pusat penyelenggaraan di Gorontalo, Indonesia. Konferensi ini menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, peneliti, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk mendiskusikan gagasan-gagasan strategis mengenai penguatan hukum filantropi dalam skala nasional maupun global.

Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., bersama Dekan Fakultas Hukum UNG, Dr. Weny Almoravid Dungga, S.H., M.H., menjadi figur penting dalam mendukung terselenggaranya forum akademik internasional ini. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya FH UNG dalam memperkuat reputasi akademik, jejaring kolaborasi internasional, serta kontribusi keilmuan di bidang hukum yang berorientasi pada kemanusiaan.

IPHILLAW 2026 juga akan menghadirkan sejumlah keynote speaker dan pembicara internasional dari berbagai negara, di antaranya Dr. Nadzriah Ahmad dari Universiti Teknologi MARA Malaysia, Yassine Chami, Ph.D dari Arab Open University Kuwait, Prof. Shigeki Yuzuru, Ph.D dari Nagoya University Jepang, Dr. Amanda Adelina Harun, S.H., M.H dari Universitas Negeri Gorontalo Indonesia, serta Hilaire Tegnan, Ph.D dari William & Mary Law School Amerika Serikat.

Adapun fokus kajian konferensi ini meliputi tiga isu utama, yaitu humanity in legal development, sustainability in legal development, dan inclusivity in legal development. Ketiga fokus tersebut diarahkan untuk membangun cara pandang baru dalam pembangunan hukum, khususnya bagaimana hukum dapat menjadi instrumen untuk memperkuat martabat manusia, menjawab tantangan kemiskinan, ketimpangan sosial, keadilan lingkungan, serta perlindungan terhadap kelompok marginal.

Selain menjadi forum pertukaran gagasan, IPHILLAW 2026 juga membuka peluang publikasi ilmiah. Makalah terpilih akan dipertimbangkan untuk diterbitkan pada jurnal terindeks Scopus dengan tetap mengikuti kebijakan editorial dan proses peer review pada masing-masing jurnal tujuan.

Pendaftaran peserta konferensi dibuka dengan biaya regular presenter sebesar Rp1.750.000 dan co-host presenter sebesar Rp1.500.000. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi https://s.ung.ac.id/iphillaw2026 atau melalui kontak panitia di email iphillaw@ung.ac.id dan WhatsApp 0895-0550-1664.

Melalui penyelenggaraan IPHILLAW 2026, FH UNG berharap dapat melahirkan ruang akademik baru yang lebih inklusif, progresif, dan berdampak. Konferensi ini bukan hanya menjadi agenda ilmiah, tetapi juga menjadi momentum penting bagi FH UNG untuk memperkenalkan gagasan philanthropy law sebagai perspektif hukum yang menempatkan kemanusiaan, keberlanjutan, dan keadilan sosial sebagai fondasi utama pembangunan hukum masa depan.