Kupas Tuntas Integritas Profesi Jaksa dan Pengawas Pemilu, Praktisi Hukum Pacu Semangat Maba FH UNG
GORONTALO – Membuka cakrawala dunia profesi serta memetakan arah karier lulusan sarjana hukum sejak dini, rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Mahkamah Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) 2026 menyelenggarakan sesi “Dialog Inspiratif: Meniti Jejak Profesional Sebagai Insan Hukum”. Kegiatan ini secara khusus mempertemukan para mahasiswa baru dengan dua praktisi hukum berpengalaman, yakni Mohammad Faizal Akbar Ilato, S.H., M.H. (praktisi dari korps Adhyaksa / Jaksa) dan Aldianto Ahmad, S.H. (praktisi di bidang Badan Pengawas Pemilihan Umum / Bawaslu).
Sesi dialog ini bertujuan untuk menjembatani wawasan doktrinal yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan realitas dinamika penegakan hukum di lapangan. Kedua narasumber secara bergantian memaparkan rekam jejak karier, tantangan menjaga independensi moral, hingga penguasaan kompetensi teknis yang mutlak dimiliki oleh seorang yuris sebelum terjun ke institusi kejaksaan maupun lembaga pengawas pemilu.

Dalam pemaparannya, Mohammad Faizal Akbar Ilato, S.H., M.H. membagikan pengalaman nyata mengenai tanggung jawab besar seorang jaksa dalam menegakkan keadilan dan fungsi penuntutan. Beliau menggarisbawahi bahwa pemahaman mendalam atas Hukum Acara Pidana, teknik penyusunan surat dakwaan, serta kemampuan pembuktian di muka persidangan merupakan fondasi penting yang harus diasah sejak masa studi. Lebih dari itu, integritas tanpa kompromi disebutnya sebagai mahkota utama bagi seorang jaksa dalam mewujudkan kepastian hukum yang berkeadilan bagi masyarakat.
Sementara itu, Aldianto Ahmad, S.H. membedah kompleksitas penegakan hukum kepemiluan dari kacamata pengawasan pemilu di Bawaslu. Beliau menjelaskan bagaimana hukum tata negara, hukum administrasi, dan hukum pidana pemilu beririsan langsung dalam menangani sengketa proses serta penindakan pelanggaran kontestasi politik. Aldianto menekankan bahwa bekerja di ranah pengawasan membutuhkan keberanian bersikap netral, kecakapan mediasi, dan pemahaman regulasi yang adaptif terhadap dinamika kepemiluan.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para mahasiswa baru aktif menggali strategi membangun portofolio akademik, tahapan seleksi menjadi jaksa dan pengawas pemilu, hingga kiat menjaga idealisme profesi saat menghadapi tekanan penegakan hukum.
Melalui forum dialog inspiratif ini, pimpinan dan sivitas akademika FH UNG berharap para mahasiswa baru angkatan 2026 memiliki peta jalan (career path) yang matang, termotivasi untuk terus berprestasi, serta siap bertransformasi menjadi praktisi hukum—baik jaksa, akademisi, maupun penegak hukum lainnya—yang berintegritas tinggi dan berdaya saing.
Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo
Anda akan diarahkan ke halaman eksternal.
Pilih layanan yang diakses
