Belajar Langsung dari Praktisi Militer, Mahasiswa FH UNG Ikuti Sharing Session Hukum Acara Peradilan Militer

Gorontalo, 7 April 2026 — Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) kembali menghadirkan pengalaman pembelajaran yang aplikatif dan inspiratif melalui kegiatan sharing session Mata Kuliah Hukum Acara Peradilan Militer pada kelas konsentrasi Hukum Acara. Kegiatan ini menghadirkan praktisi langsung dari institusi militer, KAPTEN LAUT (PM) Rochmat Suprapto, S.H., M.H., yang membagikan pengalaman profesionalnya kepada mahasiswa.

Kegiatan ini didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, Hasnia, S.HI., M.H., M.A., yang secara aktif mengarahkan jalannya diskusi agar tetap terhubung dengan kerangka akademik dan capaian pembelajaran. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi ini menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran di FH UNG.

Dalam sesi tersebut, Rochmat Suprapto menguraikan secara komprehensif mengenai sistem peradilan militer di Indonesia, mulai dari kewenangan, prosedur hukum acara, hingga dinamika penanganan perkara di lingkungan militer. Mahasiswa juga mendapatkan gambaran nyata mengenai perbedaan mendasar antara peradilan militer dan peradilan umum, termasuk tantangan yang dihadapi dalam praktik.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari diskusi yang interaktif dan kritis. Kesempatan untuk berdialog langsung dengan praktisi memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, sekaligus membuka wawasan mengenai prospek karier di bidang hukum militer.

Dalam perspektif FH UNG, kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan model pembelajaran berbasis praktik (practice-based learning), yang bertujuan menjembatani antara teori hukum dan realitas implementasinya di lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep hukum secara mendalam, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia profesional.

Melalui kegiatan ini, FH UNG kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan hukum yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan zaman. Mahasiswa didorong untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas perspektif, serta membangun integritas sebagai calon penegak hukum masa depan.