Menuju Standar Global, FH UNG Bedah Kurikulum Berbasis OBE Bersama Prof. Elya Nusantari

GORONTALO – Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Gorontalo sukses menyelenggarakan workshop intensif bertajuk “Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome Based Education (OBE)”. Kegiatan yang berlangsung di Ruangan Literasi dan Studio Husain Hamidun ini menghadirkan pakar kurikulum, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., sebagai narasumber utama.

Workshop ini menjadi langkah strategis bagi Fakultas Hukum UNG dalam mereorientasi kurikulum pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan dan standar akreditasi internasional (IAPS 4.0).

Transformasi Paradigma Pembelajaran

Dalam paparannya, Prof. Elya Nusantari menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari Input-Process Based menuju Output-Outcome Based. Beliau menjelaskan bahwa kurikulum berbasis OBE bukan sekadar soal administrasi, melainkan filosofi pendidikan yang berfokus pada apa yang mampu dilakukan mahasiswa setelah lulus.

“Kita harus memastikan bahwa setiap Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) bersifat SMART: Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time-bound,” ujar Prof. Elya di hadapan para dosen FH UNG. Beliau juga membedah implementasi aturan terbaru melalui Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 yang menuntut perguruan tinggi untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan sains.

Sesi Diskusi Kritis dan Interaktif

Suasana workshop menjadi sangat dinamis saat memasuki sesi tanya jawab. Para dosen Fakultas Hukum secara aktif melontarkan pertanyaan mendalam mengenai tantangan integrasi mata kuliah hukum yang bersifat dogmatik ke dalam kerangka kerja OBE.

Beberapa poin diskusi krusial yang muncul antara lain:

  • Bagaimana menyelaraskan mata kuliah dasar hukum dengan profil lulusan yang lebih luas.

  • Strategi pengukuran ketercapaian CPL pada mata kuliah praktik hukum seperti kemahiran litigasi.

  • Sinkronisasi kurikulum dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang lebih fleksibel dan modular.

Prof. Elya memberikan solusi konkret dengan menunjukkan cara pemetaan bahan kajian (Body of Knowledge) yang tepat agar tidak terjadi tumpang tindih materi antar mata kuliah.

Komitmen Mutu Fakultas Hukum

Dekan Fakultas Hukum melalui sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam menghasilkan lulusan hukum yang unggul dan berdaya saing di tingkat regional maupun internasional. Dengan RPS yang terukur, mahasiswa FH UNG diharapkan tidak hanya menguasai teori hukum, tetapi juga memiliki keterampilan literasi data, teknologi, dan manusia (Softskills Abad 21).

Kegiatan diakhiri dengan praktik penyusunan draf RPS terbaru yang langsung mendapat pendampingan dari narasumber, memastikan setiap program studi siap menyongsong semester baru dengan kurikulum yang lebih presisi dan berdampak.