FH UNG Yudisium 110 Mahasiswa, Siap Melangkah ke Dunia Kerja
Gorontalo, 13 Juli 2026 — Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan Yudisium Mahasiswa Periode Juli 2026 yang berlangsung di Aula Usman Puluhulawa, Gedung Konstitusi Fakultas Hukum UNG. Kegiatan tersebut diikuti oleh 110 mahasiswa dan berlangsung dengan tertib, khidmat, serta penuh suasana kebanggaan.

Yudisium menjadi salah satu tahapan akademik penting yang menandai berakhirnya proses pendidikan mahasiswa di Fakultas Hukum UNG sebelum mengikuti prosesi wisuda. Bagi para peserta, kegiatan ini bukan hanya menjadi pengakuan atas keberhasilan menyelesaikan seluruh kewajiban akademik, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan baru untuk mengabdikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai hukum di tengah masyarakat.

Mewakili pimpinan Fakultas Hukum UNG, Wakil Dekan III, Dr. Suwitno Y. Imran, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum UNG. Ia menegaskan bahwa gelar akademik yang diperoleh merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, pengorbanan, serta dukungan dari keluarga dan seluruh sivitas akademika.
Dalam sambutannya, Dr. Suwitno mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi setelah meninggalkan lingkungan kampus tidaklah ringan. Dunia kerja, menurutnya, menuntut lulusan untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga integritas, etos kerja, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil tanggung jawab.
“Kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Justru setelah meninggalkan kampus, Saudara akan memasuki ruang pembelajaran yang lebih luas. Dunia kerja akan menguji pengetahuan, karakter, kesabaran, dan kemampuan Saudara dalam menghadapi berbagai persoalan. Karena itu, teruslah belajar, jangan cepat merasa puas, dan tetaplah menjaga nama baik diri, keluarga, serta almamater,” pesannya.
Ia juga memotivasi para peserta agar tidak takut menghadapi persaingan. Setiap lulusan diharapkan mampu melihat berbagai tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata, baik melalui profesi hukum, pemerintahan, dunia usaha, organisasi sosial, maupun bidang pengabdian lainnya.
“Jadilah lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, menghadirkan solusi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ilmu hukum yang Saudara miliki harus digunakan untuk memperjuangkan keadilan, melindungi kepentingan masyarakat, serta memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Kepala Bagian Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNG, Dr. Erman I. Rahim, S.Pd., S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan 110 mahasiswa yang mengikuti yudisium. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses akademik yang panjang, mulai dari perkuliahan, penyelesaian tugas, penelitian, hingga ujian akhir.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan studi harus diiringi dengan kesadaran bahwa lulusan Fakultas Hukum memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang besar. Pengetahuan hukum tidak boleh hanya menjadi alat untuk memperoleh pekerjaan atau kedudukan, tetapi harus menjadi dasar dalam menghadirkan keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Saudara telah memperoleh bekal ilmu, tetapi ilmu tersebut akan memiliki nilai apabila diwujudkan dalam sikap dan tindakan yang berintegritas. Di mana pun Saudara berada, jagalah kejujuran, profesionalitas, dan kehormatan sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo,” ujarnya.
Dr. Erman juga mengingatkan para peserta agar tidak melupakan jasa orang tua, keluarga, dosen, tenaga kependidikan, dan semua pihak yang telah mendampingi selama proses pendidikan. Keberhasilan tersebut, menurutnya, bukan semata-mata pencapaian individual, melainkan hasil dari doa, dukungan, dan kerja bersama.

Selanjutnya, Koordinator Program Studi Ilmu Hukum FH UNG, Apripari, S.H., M.H., menyampaikan salam hangat sekaligus permohonan maaf kepada seluruh peserta yudisium apabila selama proses perkuliahan dan penyelesaian studi terdapat arahan, teguran, maupun tindakan yang dirasakan cukup tegas.
Ia menjelaskan bahwa ketegasan tersebut bukan dimaksudkan untuk memberikan tekanan, melainkan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kesiapan mental mahasiswa. Dunia kerja dan kehidupan masyarakat akan menghadirkan tekanan serta tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan proses yang dihadapi selama berada di kampus.
“Apabila selama proses akademik kami pernah bersikap tegas, memberikan teguran, atau menetapkan berbagai ketentuan yang terasa berat, kami menyampaikan permohonan maaf. Namun, percayalah bahwa semua itu dilakukan untuk mempersiapkan mental, kedisiplinan, dan tanggung jawab Saudara. Dunia kerja nantinya akan lebih keras dan lebih menuntut daripada kehidupan di kampus,” ungkapnya.
Apripari berharap seluruh peserta yudisium tidak hanya menjadi lulusan yang unggul dari sisi akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang matang, rendah hati, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Para lulusan diharapkan mampu menjaga sikap dan etika ketika berada di tengah masyarakat, menghormati perbedaan, serta tidak menyalahgunakan pengetahuan hukum yang dimiliki.
“Jadilah lulusan terbaik bukan hanya karena nilai akademik, tetapi karena karakter, etika, dan manfaat yang diberikan kepada orang lain. Jagalah tutur kata, perilaku, serta kepercayaan masyarakat. Di mana pun Saudara bekerja dan mengabdi, bawalah nama baik Fakultas Hukum UNG dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjalin komunikasi dengan fakultas dan program studi. Alumni dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Fakultas Hukum UNG serta memiliki peran penting dalam memperkuat jejaring, reputasi, dan kontribusi institusi di tengah masyarakat.
Suasana haru dan bahagia tampak sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian yudisium dengan penuh perhatian. Bagi sebagian mahasiswa, momentum tersebut menjadi puncak dari perjuangan panjang yang telah dilewati bersama keluarga, dosen, dan rekan-rekan selama menjalani pendidikan tinggi.
Melalui Yudisium Periode Juli 2026, Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo berharap 110 calon lulusan tersebut mampu melanjutkan perjalanan dengan penuh keyakinan, menjunjung tinggi integritas, serta mengamalkan pengetahuan hukum secara bertanggung jawab. Para lulusan juga diharapkan menjadi insan profesional yang mampu menghadirkan keadilan, menjaga etika, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
