Akademisi Fakultas Hukum UNG Jufryanto Puluhulawa dan Vifi Swarianata Berbagi Perspektif di ASEAN Conference of Law Schools 2026, Malaysia

Nilai, Malaysia — Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo, Jufryanto Puluhulawa, S.H., M.H. dan Vifi Swarianata, S.H., M.H., tampil sebagai guest speaker dalam ASEAN Conference of Law Schools (ACLS) via ASEAN Classroom 2026 yang digelar di Senate Hall, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Nilai, Malaysia, pada 26 Agustus 2026.

Forum akademik internasional ini mempertemukan akademisi, mahasiswa dan peserta dari sejumlah negara antara lain Rusia, Jerman, Yordania, Indonesia dan Malaysia, serta menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan hukum, teknologi, pendidikan, dan tantangan masyarakat di era digital.

   

Kegiatan dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Abdul Manan Ismail, Dean of the Faculty of Syariah and Law USIM, dengan welcoming remarks dari Assoc. Prof. Dr. Mohd Hazmi Mohd Rusli, Coordinator of the International Law Unit USIM. Sesi keynote menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Rahmat Mohamad, Professor of Law dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia.

Dalam sesi presentasi, Jufryanto Puluhulawa membawakan tema Artificial Intelligence (AI) in Scientific Writing and Publication: Balancing Innovation, Ethics, and Academic Integrity. Jufryanto menyoroti pemanfaatan AI dalam proses penulisan dan publikasi ilmiah, mulai dari pengembangan ide, penyusunan struktur tulisan, perbaikan keterbacaan, sintesis literatur, hingga revisi naskah. Meski menawarkan efisiensi, penggunaan AI tetap harus disertai tanggung jawab akademik, verifikasi informasi, transparansi dan kepatuhan terhadap etika publikasi.

Prinsip utama yang ditekankan adalah assist, disclose, dan verify. AI dapat membantu proses akademik tetapi tidak menggantikan peneliti maupun tanggung jawab manusia terhadap akurasi, orisinalitas, sitasi dan integritas karya ilmiah.

Sementara itu, Vifi Swarianata membawakan tema Artificial Intelligence, Law and Tourism: Opportunities, Challenges and Responsibilities. Dalam presentasinya, Vifi mengangkat perkembangan AI dari perspektif hukum dan industri pariwisata, termasuk peluang pemanfaatannya sekaligus persoalan etika dan regulasi yang menyertainya.

Dalam bidang hukum, AI telah membantu riset hukum, analisis dokumen, penyusunan kontrak, hingga pengelolaan administrasi perkara. Namun, Vifi menekankan bahwa efisiensi teknologi harus tetap berjalan bersama prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Tantangan seperti algorithmic bias, privasi, penggunaan data pribadi, serta transparansi sistem AI menjadi isu penting yang harus mendapat perhatian profesi hukum.

Pada sektor pariwisata, AI semakin banyak digunakan untuk menyusun perjalanan, memberikan rekomendasi destinasi, mengoperasikan chatbot hotel, memprediksi keterlambatan penerbangan, hingga mendukung teknologi pengenalan wajah dan personalisasi layanan wisata. Dibalik kemudahan tersebut, muncul pula persoalan perlindungan data wisatawan, pengawasan digital, bias rekomendasi, serta dampak otomatisasi terhadap tenaga kerja.

Meski membahas AI dari sudut yang berbeda, perspektif Jufryanto dan Vifi bertemu pada satu gagasan utama, yaitu inovasi teknologi harus berjalan bersama tanggung jawab manusia. Jufryanto menempatkannya dalam konteks integritas akademik dan publikasi ilmiah, sementara Vifi memperluasnya pada persoalan hukum, keadilan, hak masyarakat, perlindungan konsumen, dan tata kelola teknologi.

Keduanya juga menekankan bahwa literasi teknologi menjadi kompetensi penting bagi akademisi dan profesional hukum masa depan. Pemahaman terhadap AI tidak boleh mengurangi peran penalaran manusia tetapi justru harus memperkuat kemampuan berpikir kritis, menjaga integritas, dan melindungi nilai-nilai keadilan serta kemanusiaan.

Partisipasi Jufryanto Puluhulawa dan Vifi Swarianata dalam ACLS 2026 memperlihatkan kontribusi akademisi Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo dalam diskusi akademik internasional. Kehadiran keduanya juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring, pertukaran gagasan dan peluang kolaborasi antara UNG dengan akademisi dan perguruan tinggi dari berbagai negara.

Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, pesan yang dibawa keduanya menjadi semakin relevan yakni teknologi perlu dimanfaatkan secara cerdas tetapi tetap berada dalam kendali etika, hukum, integritas dan tanggung jawab manusia.

Logo FH UNG

LAYANAN AKADEMIK

Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo

AKSES CEPAT

Menu Mahasiswa

Pilih layanan yang diakses

Menu Dosen & Tendik

Sistem Informasi & Data