Dorong Rekognisi Internasional, Jambura Law Review Sukses Gelar Workshop Strategi Digital dan Pemanfaatan AI

GORONTALO – Upaya akselerasi peningkatan reputasi internasional jurnal ilmiah di Indonesia terus digelorakan melalui inovasi pemanfaatan teknologi digital. Baru-baru ini, sebuah kegiatan peningkatan kapasitas bertajuk “Workshop Pembuatan Konten dan Penggunaan Media Sosial Berbasis Dampak” sukses digelar di Amarilis Resto, Gorontalo, pada Kamis, 23 Juli 2026. Workshop strategis di bawah naungan Program Akselerasi Peningkatan Reputasi Internasional Jurnal Ilmiah Indonesia Tahun 2026 ini merupakan bagian dari program RINJANI yang telah diraih pendanaannya oleh Jambura Law Review.

Kegiatan bergengsi ini dihadiri secara langsung oleh Editor-in-Chief Jambura Law Review, Dr. Novendri M. Nggilu, S.H., M.H., bersama seluruh jajaran tim dewan editor Jambura Law Review, serta para pengelola dan tim jurnal ilmiah lainnya. Hadir sebagai narasumber utama dalam acara tersebut adalah Wira Pratama Rumambie, S.Ds., M.Ds., seorang dosen aktif dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dalam paparannya, akademisi dengan kualifikasi Sarjana Desain dan Master Desain ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam komunikasi ilmiah modern, sebab artikel ilmiah berkualitas tinggi belum tentu memiliki jangkauan luas tanpa strategi visibilitas yang tepat, sehingga temuan riset berisiko tenggelam di antara jutaan publikasi global jika pengelola hanya menunggu pembaca datang secara pasif.

Dalam sesi materi inti, Wira Pratama Rumambie membedah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), khususnya Gemini AI, sebagai asisten cerdas bagi pengelola jurnal untuk membantu tim editorial bekerja lebih efisien dan produktif dalam pembuatan caption, ringkasan abstrak, perumusan hashtag, hingga penyusunan ide konten dalam hitungan detik. Pendekatan tersebut bermuara pada prinsip “One Article, Multiple Contents”, di mana satu artikel penelitian dapat diubah secara kreatif menjadi 6 hingga 10 format konten berbeda, meliputi poster visual dan infografis melalui Canva, konten carousel Instagram yang interaktif, video pendek (Reels/Shorts) menggunakan CapCut, hingga pembaruan profesional via LinkedIn serta diskusi komunitas di Facebook.

Selain pemanfaatan konten organik, workshop ini juga mengupas tuntas strategi periklanan berbayar menggunakan Meta Ads guna mendongkrak traffic kunjungan website jurnal secara presisi langsung kepada target audiens spesifik seperti dosen, peneliti, mahasiswa pascasarjana, hingga praktisi di bidang ilmu terkait, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui manajemen anggaran yang fleksibel dan terukur, pengelola dapat menyusun kampanye dengan objektif yang jelas mulai dari tahap Awareness, Traffic, hingga Engagement, serta mengevaluasi performa secara berkala setiap 3 hingga 7 hari. Kegiatan yang ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif ini diharapkan dapat memberikan peta jalan (roadmap) komprehensif bagi para pengelola jurnal untuk mendongkrak visibilitas publikasi ilmiah secara signifikan demi mewujudkan rekognisi global yang berkelanjutan.