MENGUAK STATUS HUKUM TELUK TOMINI! Dosen FH UNG Luncurkan Buku yang Bongkar Kedaulatan Laut Indonesia
Gorontalo – Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) kembali menegaskan kontribusinya dalam pengembangan ilmu hukum nasional melalui penerbitan buku referensi berjudul “Teluk Tomini: Status Hukum Teluk dan Hak Negara”. Buku ini ditulis oleh para akademisi FH UNG, yakni Waode Mustika, S.H., M.H., Nurul Fazri Elfikri, S.H., M.H., Sitti Munawwarah, S.H., M.H., serta praktisi maritim Kapten Laut (PM) Rochmat Suprapto, S.H., dan diterbitkan oleh PT. Bukuloka Literasi Bangsa, penerbit terverifikasi yang fokus pada pengembangan literasi akademik.
Penerbitan buku ini hadir sebagai respons atas pentingnya penguatan pemahaman hukum laut Indonesia, khususnya terkait posisi strategis Teluk Tomini sebagai salah satu kawasan maritim yang memiliki nilai geostrategis tinggi. Dalam buku ini, para penulis menguraikan secara komprehensif bagaimana Teluk Tomini dipandang dalam perspektif hukum laut modern, baik dari sudut hukum nasional maupun hukum internasional.
Buku ini tidak hanya membahas aspek normatif, tetapi juga menghadirkan analisis yang kontekstual dan mudah dipahami oleh masyarakat umum. Pembaca diajak untuk memahami bagaimana konsep kedaulatan negara di laut bekerja dalam praktik, serta bagaimana status hukum sebuah teluk dapat memengaruhi kewenangan negara dalam menetapkan batas wilayah, menjaga keamanan, dan mengelola sumber daya alam.
Teluk Tomini sendiri diposisikan sebagai kawasan yang tidak hanya penting secara geografis, tetapi juga strategis dalam konteks politik hukum maritim Indonesia. Melalui buku ini, dijelaskan bahwa penentuan status hukum teluk memiliki implikasi langsung terhadap pengaturan hak negara, termasuk dalam hal pengawasan wilayah, eksplorasi sumber daya, serta perlindungan kepentingan nasional di tengah dinamika hukum laut internasional.
Menariknya, buku ini juga menghubungkan konsep hukum laut dengan realitas sehari-hari masyarakat pesisir. Dengan pendekatan yang lebih populer, buku ini berupaya mendekatkan isu-isu hukum maritim kepada publik, sehingga tidak lagi dipandang sebagai wacana elitis, tetapi sebagai bagian dari kehidupan yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Dari perspektif akademik FH UNG, penerbitan buku ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi fakultas sebagai pusat kajian hukum yang responsif terhadap isu-isu strategis nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia. Keterlibatan dosen dalam menghasilkan karya ilmiah seperti ini menunjukkan komitmen dalam mengembangkan ilmu hukum yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan bangsa.
Lebih dari itu, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, serta pemangku kebijakan dalam memahami dinamika hukum laut Indonesia. Dengan bahasa yang komunikatif dan analisis yang mendalam, buku ini membuka ruang diskusi baru mengenai bagaimana Indonesia seharusnya memposisikan diri dalam pengelolaan wilayah laut yang kompleks dan penuh tantangan.
Penerbitan “Teluk Tomini: Status Hukum Teluk dan Hak Negara” menjadi bukti bahwa kajian hukum maritim tidak hanya penting bagi kalangan akademisi, tetapi juga bagi masa depan kedaulatan negara. Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap wilayah laut, buku ini hadir sebagai pengingat bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga di darat, tetapi juga di laut—dan dimulai dari pemahaman hukum yang kuat.
